// #mainImage { background:url(images/fade/main.png) no-repeat center; } // ]]>

SMPN 1 SANGKAPURA



  • Klik disini Untuk ke Galleri SMP Negeri 1 Sangkapura

Navigation:


September 2010
M
S
S
R
K
J
S
 
 
 
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
 
 

shoutbox:
Hide shout Show Shoutbox
  Nama
  URL
  Pesan
 
Kirim      Reset
© SMPN 1 Sangkapura

guru:

Mengenal Lebih Dekat Pulau Sendiri

gambar Mengenal Lebih Dekat Pulau Sendiri

Pulau Bawean (Cak Mat) - Nama Bawean atau Boyan sudah lama dikenal diseluruh dunia, terutama karena kegemaran penduduknya merantau kesegala penjuru dunia misalnya Malaysia, Singapura, Vietnam, Australia, dan Amerika Serikat. Bahkan beberapa peneliti dunia tertarik untuk mengadakan riset di Bawean, Apakah kita sebagai penghuninya mengenal akan lingkungan sekitarnya. Berikut kami mencoba untuk mendiskrepsikan keadan pulau Bawean secara singkat.

Bawean adalah pulau kecil yang terdapat ditengah - tengah laut Jawa, secara astronomis pulau ini terdapat pada 5043'LS - 5052' LS dan 112034'BT - 112 044'BT, kira-kira 82 mil sebelah utara Gresik Jawa Timur. Pulau Bawean adalah massa daratan yang kompak, dan bulat, seperti uang logam. Secara Administratif Pulau Bawean termasuk wilayah Kabupaten Gresik Jawa Timur memiliki 2 kecamatan yaitu kecamatan Sangkapura dengan 17 desa dan kecamatan Tambak dengan 13 desa.

Penelitian secara Geologis menunjukkan bahwa Pulau Bawean merupakan pulau yang paling muda diseluruh dangkalan Sunda , yang terdiri dari lapisan sedimen marine yang berusia tertier dan batuan alkalis alkaline, hal ini bisa dibuktikan dengan tersebarnya batuan kapur atau malihannya sebagai contoh dari dari sedimen marine diseluruh daratan pulau Bawean. Secara geologi bila disuatu tempat ditemukan batuan kapur ini bermakna tempat itu dulunya adalah dasar laut yang mengalami pengangkatan atau pengeringan lautan. Di Bawean mulai daerah dekat pesisir sampai daerah tengah misalnya Songai Terros Deje dijumpai banyak batuan yang mengandung endapan marine atau rojhing. Pulau Bawean ini tidak digolongkan kedalam tanah Dangkalan Sunda (Sunda Self) yang sudah stabil. Sehingga R.W. Van Bemmellen memasukkan kedalam proses-proses tertier dan pergolakan kulit bumi yang masih labil.

Secara Geologis pula menunjukkan bahwa pulau Bawean merupakan bekas gunung berapi dan gejala vulkanisme lainnya yang terdiri dari batuan alkali yang kurang mengandung asam sikikon. Bahan vulkanis ini terutama terdiri dari batuan leusit dan nefelin. Di dalam pulau banyak dijumpai gunung atau bebukitan yang beraneka macam bentuknya sebagai akibat intrusi magma dalam bentuk lakolit. Puncak Pulau Bawean terdapat pada ketinggian 656 meter dari permukaan air laut. Anda jangan khawatir walaupun dengan meningkatnya suhu di bumi menyebabkan semakin naiknya permukaan air laut akan menenggelamkan pulau Bawean. Walaupun permukaan air laut semakin tinggi akibat pemanasan suhu global, pulau kita juga semakin naik tiap tahunnnya beberapa milimeter (luar biasa bukan?).

Dibagian tengah pulau Bawean terdapat danau Kastoba dengan luas 24 ha yang terbentuk dari bekas kawah gunung berapi yang sudah mati dan mengalami penyumbatan diatermanya. Sebagai akibat dari kegiatan post vulkanis ( gunung berapi yang sudah tidah aktif) dibeberapa tempat ditemukan banyak sumber air panas yang mengandung belerang dengan suhu kira-kira 40'C.

Pulau Bawean termasuk daerah yang memiliki iklim tropis musim dan juga marine. Musim penghujan jatuh pada bulan oktober hingga april sedang kemarau terjadi pada bulan april - Oktober. Suhu rata-rata sekitar 27'C, suhu maksimum sekitar 32'C dan suhu minimum 25'C. karena posisi wilayah yang dikelilingi laut, angin laut berhembus kuat diatas pulau Bawean sehingga lebih lembab dan segar dibanding dengan pesisir pantai utara Jawa.

Luas Pulau Bawean 230,901 km2 atau dibulatkan menjadi 231 km2, pemukiman penduduk umumnya mendiami didataran tepi pantai, yang selanjutnya berkembang menjadi daerah yang lebih padat penduduknya, yang lainnya mendiami diantara sela-sela perbukitan dengan pola pemukiman terpusat dan mengelompok mengikuti garis kontur kemiringan lereng.

Keadaan alam yang indah dan panorama alam yang masih asri merupakan potensi objek pariwisata alam yang menarik untuk dikelola menjadi pusat kunjungan wisatawan domistik maupun manca negara. Lokasi wisata alam itu misalnya air terjun Lacar, Air terjun Kuduk-kuduk, air terjun Talomun, Pasir Putih Sokaoneng , pantai Pulau Selayar, Pulau Nuku, Pulau Cina, Danau Kastoba dan masih banyak lainnya.

Penduduk Bawean tumbuh dan berkembang dipengaruhi oleh faktor pertumbuhan alami (kelahiran - kematian) juga dipengaruhi oleh faktor migrasi, sehingga dari waktu-kewaktu pertumbuhannnya sulit diproyeksikan menggunakan rumus-rumus demografi, sebab pengaruh migrasi sirkuler (pola merantau) berperan dominan. Pertumbuhan penduduknya kadang bernilai positif (bertambah) tapi juga bernilai negatif (berkurang). Seperti contoh tahun 1812 penduduk Bawean berjumlah 14.319 jiwa, tahun 1900 berjumlah 42.286 jiwa, tahun 1964 berjumlah 59.525 jiwa, tahun 1981 berjumlah 65.924 jiwa tahun 1991 berjumlah 61.788 jiwa. Dan saat ini diperkirakan kembali menjadi 65.000 jiwa.

Dari segi etnografi penduduk Bawean yang dikenal dengan sebutan orang Boyan termasuk suku bangsa tersendiri yang terpisah dengan suku bangsa yang lain di Nusantara. Di Indonesia menurut Van Vollenhoven terbagi menjadi 19 lingkaran hukum adat. Orang Boyan (orang Bawean) termasuk lingkaran ukum adat Jawa (tengah - Timur), dan dari lingkaran hukum adat itu dibagi lagi menjadi beberapa suku bangsa. Selanjutnya J. Esser yang diperhalus oleh Koentjaraningrat memasukkan Bawean sebagai suku bangsa tersendiri, lengkap dengan segala Cultural universalnya beserta kekhusususan etosnya yang dibentuk oleh akomodasi, akulturasi bahkan assimilasi budaya-budaya di Nusantara ini. Dalam kehidupan sehari-hari Orang Bawean tidak mau disebut orang Jawa atau Orang Madura.

Sesuai dengan sebutannya " PULAU PUTERI" kita mudah menebak bahwa lebih banyak putrimya dibanding dengan penduduk laki-laki. sex ratio penduduk Bawean adalah 86 % artinya terdapat 86 laki-laki dalam setiap 100 perempuan , sex ratio ini tergolong rendah dibandingkan Gresik 97 % dan Jawa Timur 99%. Ini semua akibat dari pola merantau masyarakat Bawean yang oleh Muhtar Naim (mantan rektor Universitas Hasanuddin Ujung Pandang ) dianggap sebagai suku bangsa yang paling gemar merantau diseluruh dunia. Sekian (bersambung dilain edisi). * smpn 1 sangkapura *

kembali ke atas

Jump Page:


information:

Selamat SSN
KOMUNITAS ALIF mengucapkan Selamat dan Sukses untuk SMP Negeri 1 Sangkapura sebagai SEKOLAH STANDART NASIONAL.


Welcome...
Selamat datang di SMP Negeri 1 Sangkapura, EsEmPe-nya Oreng Bhebien.


PSB 2010
PSB SMP Negeri 1 Sangkapura Gresik dibuka mulai tanggal 28-30 Juni 2010 pukul 08.00-13.00 WIB di Sekretariat Pendaftaran SMP Negeri 1 Sangkapura Gresik


Istighosah Menghadapi UAN
Tanggal 17 Maret 2010 SMP dan SMA mengadakan istighosah akbar di lapangan SMP Negeri 1 Sangkapura untuk menghadapi UAN



RSS SMP Negeri 1 Sangkapura

Masukkan alamat email:

EsEmPe by FeedBurner

[Valid RSS]



linkview:

Foto Terbaru:
gambar Menuju Selayar 1

gambar Zamrah - Purna Siswa 2010

gambar Dhungka

gambar Mandiling

gambar Pencak Panganten

gambar Kompak

gambar Tartil dan Barzanji


Berita Lain:

Counter: