



Bawean Crossing Limit (BCL) merupakan agenda tahunan Pramuka Gudep SMP Negeri 1 Sangkapura dimana merupakan kegiatan penjelajahan dengan rute tak terduga mengandalkan ketangkasan dan kecermatan anggota menguasai medan yang dilaluinya. Sehingga acara ini sangat menantang dan menjadi petualangan dan pengalaman baru bagi siswa SMP Negeri 1 Sangkapura. Mengusung konsep SAR (search and rescue) para pasukan penggalang SMP Negeri 1 Sangkapura yang berdisiplin tinggi dengan jumlah peserta 20 siswa/siswi dan didampingi pembina 5 orang sudah berkumpul di lapangan SMP sejak pukul 08.00 dan dengan arahan dan restu bapak Kepala sekolah melepas keberangkatan rombongan Bawean Crossing Limit (BCL) dengan ucapan bismillah tepat pada pukul 08.30 WIB.
Mendung sudah mengawali langkah para peserta BCL sejak langkah pertama keluar sekolah dengan pos pertama di padeng, dengan semangat juang Pramuka mereka bergegas menempuh rute yang telah ada menuju desa ghendherie. Selepas padeng lalu peserta BCL sampai di gunung soka dan sekitar dua jam berjalan kaki dari gunung soka sampailah di songai terros dan menyempatkan untuk mengetahui dan menjelajahi gunung lembhing kopeng, ditengah perjalanan saat masuk desa songai terros hujan lebat menghantam rombongan BCL sehingga seluruh peserta maupun pembina sesampainya di gunung lembhin kopeng sekitar pukul 15.00 WIB dengan keadaan basah kuyup. Sembari menanti hujan reda rombongan BCL-pun menikmati pemandangan indah dan beristirahat sejenak di gunung tersebut.

15.30 WIB rombongan BCL kembali bergerak menuju ghendherie, dan sekitar pukul 16.30 WIB rombongan sampai ketempat tujuan tanpa hambatan kecuali hujan yang cukup lebat. Para peserta langsung ishoma (istirahat, sholat lalu makan) di ghendherie kemudian bermalan disana dengan agenda kegiatan malam yaitu materi survival dasar oleh 5 pembina yang ikut dan mendampingi pesera selama BCL.
Ke esokan pagi, hari yang melelahkan masih belum berakhir dan peserta BCL melanjutkan perjalanan pukul 08.00 WIB menuju danau kastoba untuk pelantikan kenaikan tingkat bagi para penggalang yang telah melengkapi SKU. Selesai acara pelantikan mereka (rombongan BCL) kembali melanjutkan perjalanan menuju candhi, langaor, paromaan kemudian pegherangan, tajungghunong dan berakhir di tanjungori dengan di jemput oleh mobil yang akan mengantar rombongan BCL kembali ke sekolah dan melaksanakan upacara penutupan di sekolah.
Namun ada kejadian unik saat di ghendherie dimana semua HP tidak ada sinyak namun kakak salis berhasil mendapatkan sinyal dengan memanjat pohon nangka kira-kira setingga 5 meter berhasil mengirimkan pesan pendek (SMS) 1 saja :) .(smp)











