<?xml version="1.0"?><rss version="2.0">
<channel>
<title>SMP Negeri 1 Sangkapura Site</title>
<description>smp negeri 1 sangkapura site syndication</description>
<link>http://www.smpnegeri1sangkapura.sch.id</link>
<generator>GasaFeed Generator</generator>
<image>
	<url>http://www.smpnegeri1sangkapura.sch.id/images/logo.png</url>
	<title>SMP Negeri 1 Sangkapura Bawean Gresik</title>
	<link>http://www.smpnegeri1sangkapura.sch.id</link>
	<description>smp negeri 1 sangkapura site syndication</description>
</image>
<language>en-US</language>
<copyright>SMP Ngeri 1 Sangkapura</copyright>
<webMaster>admin@smpnegeri1sangkapura.sch.id</webMaster>

 
     <item> 
        <title> Istighosah Menyambut 1 Muharram 1431H</title> 
        <description>
		   Istighosah Akbar di SMP Negeri 1 Sangkapura - Momentum 1 Muharram haruslah kita manfaatkan dengan kegiatan yang membuat kita ingat dan memohon ampun atas dosa setahun terakhir sebelum kita membuka lembaran baru di tahun baru ini. Warga SMP Negeri 1 Sangkapura sangatlah antusias menyambut datangnya tahun baru islam ini terbukti dengan adanya kegiatan yang sungguh istimewa di penghujung tahun 1430 H yaitu Istighosah Akbar di lapangan SMP Negeri 1 Sangkapura.

Istighosah Akbar SMP Negeri 1 Sangkapura di ikuti lebih dari 300 siswa dan siswi. Lapangan SMP dengan latar di kelilingi obor den jalan-jalan juga di terangi oleh obor sudah dipadati siswa-siswi maupun guru sejak pukul 17.30 WIB, namun Anggota OSIS dan Pramuka sudah sejak pukul 13.00 mempersiapkan obor, tikar yang digelar hampir menutupi lapangan SMP maupun persiapan yang lainnya, kekompakan Anggota OSIS dan Pramuka perlu di acungi jempol karena berkat kerja keras mereka mempersiapkan segala sesuatunya sangat membantu kelancaran acara Istighosah akbar di SMP Negeri 1 Sangkapura ini.

Acara isitighosah di mulai dengan berkumandangnya adzan oleh M. Sirri (XI-A) menandai waktu sholat maghrib dan dilanjutkan dengan Sholat Maghrib berjamaah bertindak sebagai imam Ustadz Sulaiman, selepas sholat maghrib diisi ceramah agama tentang keutamaan dan makna peringatan tahun baru islam 1 muharram oleh bapak Muhammad Safari, S.Pd, MM. 


Selepas cerama agama dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh Dewi Bariza, Nur Afiani, Bpk. M. Sofyan dan ditutup oleh bapak Adi Albanna, S.Pd dengan terimakasih yang membawa suasana menjadi lebih tenang dan hikmat karena penampilan mereka bertiga yang memukau laksana pujangga-pujangga ternama. Menginjak acara inti &quot;Istighosah Akbar&quot; para peserta di pimpin oleh ustadz sulaiman mengumndangkan dzikir dan asma-asma Allah SWT dengan khusyu' dan tawadduq dan di lanjutkan dengan sholat isya' berjama dengan diakhiri ber-obor ria di alun-alun sangkapura bersama ratusan siswa / siswi dari sekolah lain di sangkapura dan sekitarnya.

Istighosah akbar ini merupakan kegiatan rutin dari warga SMP Negeri 1 Sangkapura yang merupakan kegiatan tahunan OSIS dan Pramuka SMP Negeri 1 Sangkapura. Dengan Syukur Alhamdulillah acara ini dapat berjalan dan terlakasana dan dengan do'a mudah-mudahan dapat berkesinambungan di tahun-tahun berikutnya. Amin ya robbal alamin.... (smp)		</description> 
        <pubDate>Wed, 23 Dec 2009 00:00:00 -0800</pubDate>
        <guid>http://www.smpnegeri1sangkapura.sch.id/?/=berita.aspx&amp;id=25.html</guid> 
     </item>    
 
     <item> 
        <title> Bawean Crossing Limit Desember 2009  </title> 
        <description>
		     Bawean Crossing Limit (BCL) merupakan agenda tahunan Pramuka Gudep SMP Negeri 1 Sangkapura dimana merupakan kegiatan penjelajahan dengan rute tak terduga mengandalkan ketangkasan dan kecermatan anggota menguasai medan yang dilaluinya. Sehingga acara ini sangat menantang dan menjadi petualangan dan pengalaman baru bagi siswa SMP Negeri 1 Sangkapura. Mengusung konsep SAR (search and rescue) para pasukan penggalang SMP Negeri 1 Sangkapura yang berdisiplin tinggi dengan jumlah peserta 20 siswa/siswi dan didampingi pembina 5 orang sudah berkumpul di lapangan SMP sejak pukul 08.00 dan dengan arahan dan restu bapak Kepala sekolah melepas keberangkatan rombongan Bawean Crossing Limit (BCL) dengan ucapan bismillah tepat pada pukul 08.30 WIB.

Mendung sudah mengawali langkah para peserta BCL sejak langkah pertama keluar sekolah dengan pos pertama di padeng, dengan semangat juang Pramuka mereka bergegas menempuh rute yang telah ada menuju desa ghendherie. Selepas padeng lalu peserta BCL sampai di gunung soka dan sekitar dua jam berjalan kaki dari gunung soka sampailah di songai terros dan menyempatkan untuk mengetahui dan menjelajahi gunung lembhing kopeng, ditengah perjalanan saat masuk desa songai terros hujan lebat menghantam rombongan BCL sehingga seluruh peserta maupun pembina sesampainya di gunung lembhin kopeng sekitar pukul 15.00 WIB dengan keadaan basah kuyup. Sembari menanti hujan reda rombongan BCL-pun menikmati pemandangan indah dan beristirahat sejenak di gunung tersebut.



15.30 WIB rombongan BCL kembali bergerak menuju ghendherie, dan sekitar pukul 16.30 WIB rombongan sampai ketempat tujuan tanpa hambatan kecuali hujan yang cukup lebat. Para peserta langsung ishoma (istirahat, sholat lalu makan) di ghendherie kemudian bermalan disana dengan agenda kegiatan malam yaitu materi survival dasar oleh 5 pembina yang ikut dan mendampingi pesera selama BCL.

Ke esokan pagi, hari yang melelahkan masih belum berakhir dan peserta BCL melanjutkan perjalanan pukul 08.00 WIB menuju danau kastoba untuk pelantikan kenaikan tingkat bagi para penggalang yang telah melengkapi SKU. Selesai acara pelantikan mereka (rombongan BCL) kembali melanjutkan perjalanan menuju candhi, langaor, paromaan kemudian pegherangan, tajungghunong dan berakhir di tanjungori dengan di jemput oleh mobil yang akan mengantar rombongan BCL kembali ke sekolah dan melaksanakan upacara penutupan di sekolah.

Namun ada kejadian unik saat di ghendherie dimana semua HP tidak ada sinyak namun kakak salis berhasil mendapatkan sinyal dengan memanjat pohon nangka kira-kira setingga 5 meter berhasil mengirimkan pesan pendek (SMS) 1 saja :) .(smp)		</description> 
        <pubDate>Tue, 22 Dec 2009 00:00:00 -0800</pubDate>
        <guid>http://www.smpnegeri1sangkapura.sch.id/?/=berita.aspx&amp;id=24.html</guid> 
     </item>    
 
     <item> 
        <title> OSIS SMP NEGERI 1 SANGKAPURA BAGI BINGKISAN SEMBAKO</title> 
        <description>
		  SMP Negeri 1 Sangkapura - Melengkapi ibadah puasa Ramadhan 1430 H di SMP Negeri 1 Sangkapura sebagaimana kebiasaan tiap tahunnya bagi-bagi sedekah kebutuhan pokok kepada fakir miskin yang berada di sekitar lingkungan sekolah.

&quot;Tahun ini kami membagikan 123 paket bingkisan sembako untuk 120 fakir miskin di sekitar lingkungan sekolah yang masing-masing berisi gula, beras, minyak goreng, susu, mieinstan. Semoga tahun-tahun berikutnya bisa ditingkatkan jumlah paket bingkisannya&quot;. demikian menurut Pak Rahmat selaku Kaur Kesiswaan.

Paket bingkisan ini berasal dari sedekah sukarela dari segenap anggota OSIS, yang memang sudah menjadi program kerja OSIS SMP Negeri 1 Sangkapuran sejak tahun 2001.(smp)		</description> 
        <pubDate>Tue, 22 Dec 2009 00:00:00 -0800</pubDate>
        <guid>http://www.smpnegeri1sangkapura.sch.id/?/=berita.aspx&amp;id=23.html</guid> 
     </item>    
 
     <item> 
        <title> Qusairi, Ama,Pd akan Memasuki masa purna tugas</title> 
        <description>
		 Siswa-siswi SMP Negeri 1 Sangkapura mulai angkatan 2001-2009 kuranglah afdol bila tak mengenal sosok Bapak Qusairi, Ama, Pd. Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang lahir tahun 1949 ini sangat dekat dengan siswa-siswinya, sosok guru yang humoris, namun tetap disiplin dalam membina keagamaan, itulah yang berbekas di benak siswanya.

Dibulan Nopember 2009 beliau akan mengakhiri masa tugasnya sebagai PNS Depag yang di tugaskan di SMP Negeri 1 Sangkapura. Beliau memulai pengabdiannya sejak 1967-1971 Minu Balikterus 1, 1971-1974 Minu Sungairujing 3, 1974-1980 MI Duduksampean Gresik, 1980-1985 MI Pajinggahan, 1985-1996 MI Lebak 2, 1996-2001 MI Lebak 1, hanya beberapa bulan saja di MI Lebak 1 lantas di pindah tugaskan ke SMP Negeri 1 Sangkapura 2001 hingga November 2009.

Selama bertugas di SMP Negeri 1 Sangkapura selain kegiatan Pembelajaran banyak kegiatan ekstra yang dibinanya, sebut saja UKI (Unit Kerohanian Islam, Qiraati, Kercengan), keikutsertaannya dalam kegiatan-kegiatan ekstra menambah kedekatannya dengan siswa-siswinya.

Apa kesan anda terhadap Bapak Qusairi, Ama, Pd ? sampaikan kesan anda di Shoutbox.(smp)		</description> 
        <pubDate>Tue, 22 Dec 2009 00:00:00 -0800</pubDate>
        <guid>http://www.smpnegeri1sangkapura.sch.id/?/=berita.aspx&amp;id=22.html</guid> 
     </item>    
 
     <item> 
        <title> Fitur Request Webmail SMP Negeri 1 Sangkapura</title> 
        <description>
		  Bawean - Akhirnya SMP Negeri 1 Sangkapura berhasil meluncurkan request webmailnya.

Walaupun sifatnya sederhana namun fasilitas ini akan memenuhi keinginan siswa/siswi atau para pengguna internet lain untuk mendapatkan email SMP Sangkapura. Sebenarnya kami sudah menggunakan fasilitas Google Apps ini sejak diluncurkannya webside resmi SMP ini, namun karena banyaknya pengembangan yang harus kami benahi sehingga kami baru bisa mewujudkan keinginan khususnya warga SMP untuk mendapatkan alamat email kami.

Caranya cukup mudah, bagi anda yang ingin merequest webmail SMP cukup tekan link yang ada di pojok kanan atas (Request Webmail), lalu isikan data yang diperlukan serta user request dan password sementara anda pada Form request webmail, dan account webmail anda telah berhasil di create dan mohon tunggu notifikasi dari kami bahwa webmail anda telah diaktifkan (max. 1x24jam).

Keunggulan webmail SMP
Keunggulan dari webmail SMP Negeri 1 Sangkapura adalah kami menyediakan kapasitas email hingga 5Gb. Cukup banyak bagi anda yang memerlukan space untuk menyimpan email anda, so gag perlu menghapus email-email anda, pisahkan dan simpan di server kami. Kami bekerja sama dengan Google, dengan Google Apps anda bisa langsung login webmail kami dari google. Caranya klik saja link webmail di menu atas kami lalu anda akan menuju halaman google untuk melakukan login webmail SMP Negeri 1 Sangkapura. Tampilannya pun seindah G-Mail.

Berminat, masih anda kesempatan sebelum kami menutup pendaftaran Request Webmail kami (karena webmail kami sifatnya terbatas). Segera dapatkan email berakhiran @smpnegeri1sangkapura.sch.id.(smp)		</description> 
        <pubDate>Tue, 22 Dec 2009 00:00:00 -0800</pubDate>
        <guid>http://www.smpnegeri1sangkapura.sch.id/?/=berita.aspx&amp;id=21.html</guid> 
     </item>    
 
     <item> 
        <title> 300 Ribu Guru Bantu Diangkat April</title> 
        <description>
		Media Indonesia - Sebanyak 300 ribu guru bantu akan diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) pada April 2009. Sebanyak 80 ribu akan menyelesaikan sisa honorer terakhir dan pengangkatannya diatur peraturan pemerintah (PP) tersendiri.

Diusahakan April, keputusannya begitu. Jadi PP (peraturan pemerintah)-nya harus jelas. Kita mintanya sekitar 300 ribu orang, ujar Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara (Menegpan) Taufik Effendy seusai menghadiri acara pembacaan sumpah Ketua Makamah Agung (MA) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/2).

Apabila data seluruh guru bantu sudah masuk dalam database, maka tugas akan selesai. Sehingga dapat dibuatkan PP baru menggunakan data yang baru.

Jadi guru bantu yang sudah masuk dalam database kita akan selesaikan, kemudian yang belum masuk database itu akan diatur dengan PP tersendiri. PP tersendiri itu disiapkan oleh diknas, kemudian PP untuk guru akan disiapkan Depag (departemen agama), ujar Taufik.

Namun jumlah itu baru sebagian saja. Jumlah itu, bukan hanya di satu wilayah, namun diseluruh Indonesia. Dasar permintaan pengangkatan sendiiri, lanjut Taufik atas permintaan dari daerah dan instansi.

Namun, Taufik mengaku belum menerima draf PP dari Menteri Pendidikan Nasional. Draf yang sudah masuk, baru dari Depag. Inventarisir guru bantu menjadi PNS secara nasional merupakan tanggung jawab mendiknas. Departemen PAN hanya mengatur aparatur negara. (Rin/OL-03)

Link Berita		</description> 
        <pubDate>Mon, 16 Feb 2009 00:00:00 -0800</pubDate>
        <guid>http://www.smpnegeri1sangkapura.sch.id/?/=berita.aspx&amp;id=20.html</guid> 
     </item>    
 
     <item> 
        <title> Mekanisme Komplain Dana BOS belum Jelas</title> 
        <description>
		 Media Indonesia - Mekanisme komplain penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) masih belum jelas. Pasalnya, orang tua sampai saat ini belum mengetahui secara jelas dalam menyampaikan laporan jika terdapat penyimpangan dana BOS di sekolah dan pemerintah daerah.

&quot;Orang tua bingung ketika harus menyampaikan laporan terjadinya penyimpangan dana BOS, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus siap masuk ke ranah ini, karena BOS menggunakan dana dari Bank Dunia,&quot; kata Koordinator Pelayanan Publik Indonesian Corruption Watch (ICW) Ade Irawan kepada Media Indonesia, Kamis (12/2).

Ade mengungkapkan, pejabat terkait di lingkungan Depdiknas semestinya tanggap terhadap keluhan sejumlah orang tua di berbagai daerah yang menemukan terjadinya penyimpangan dalam penggunaan dana BOS. Pasalnya, dana BOS seharusnya digunakan untuk biaya operasional dan investasi di sekolah tersebut.

&quot;Jika tidak ada kecurigaan dari pejabat terkait dalam penggunaan dana BOS, maka ini perlu dipantau. Pasalnya, bisa jadi terdapat penggelembungan dana BOS, baik di level pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, terutama menyangkut management fee dalam mengelola dana BOS,&quot; ujar Ade.

Karena itu, jelas Ade, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai lembaga audit di luar lingkungan Depdiknas, tidak hanya mengaudit penggunaan audit dana BOS, namun juga perlu melakukan kerjasama dengan KPK, untuk menegakkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana BOS, baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Ini perlu ditegakkan, ujar Ade, karena dana BOS tahun ini naik dibandingkan tahun lalu, seiring dengan kenaikan anggaran pendidikan yang mencapai 20 persen dari Anggaran Pendidikan Belanja Negara (APBN). &quot;Untuk ini, ICW pun sudah membuka posko pengaduan di Jakarta , jika ada penyalahgunaan penyimpangan dana BOS,&quot; kata Ade.

Seperti diketahui, d ana BOS SD dan SMP tahun 2009 dibedakan berdasarkan lokasi sekolah. Untuk siswa SD di kota nilainya Rp 400 ribu per siswa per tahun. Untuk SD di kabupaten Rp 397 ribu. Sementara itu, untuk siswa SMP di kota Rp 575 ribu, sedangkan untuk siswa SMP di kabupaten Rp 570 ribu.

Dana tersebut sudah termasuk untuk pembelian dua buah buku pelajar per siswa. Buku yang harus dibeli tersebut merupakan buku versi murah atau yang telah dibeli hak ciptanya oleh pemerintah. Dana BOS itu pun telah dicairkan pemerintah pusat ke pemerintah daerah per awal Februari 2009.

Suara keras juga dilontarkan anggota komisi X DPR dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Aan Rohanah yang meminta Depdiknas untuk menjalin kerjasama dengan masyarakat, baik LSM maupun komite sekolah, pada daerah-daerah yang berada di luar pengawasan Depdiknas. &quot;Karena, tidak semua daerah dapat terpantau,&quot; ungkap Aan kepada Media Indonesia, Kamis (12/2).

Di sisi lain, ujar Aan, jika ada masyarakat yang merasa komplain pengaduan penggunaan dana BOS tidak terlayani dengan baik oleh Depdiknas, maka bisa mengadukan kepada komisi X DPR, baik melalui situs website maupun langsung ditujukan ke komisi X DPR.

&quot;Sedangkan, terkait dengan audit dana BOS yang dilakukan BPK, harus benar-benar dilakukan secara transparansi dan akuntabilitas. Tidak hanya itu, Irjen (Inspektur Jenderal) Dedpdiknas juga tidak hanya diam. Sedangkan, KPK bisa masuk, jika memang diperlukan,&quot; tandas Aan. (Dik/OL-02)		</description> 
        <pubDate>Mon, 16 Feb 2009 00:00:00 -0800</pubDate>
        <guid>http://www.smpnegeri1sangkapura.sch.id/?/=berita.aspx&amp;id=19.html</guid> 
     </item>    
 
     <item> 
        <title> Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa OSIS SMP Negeri 1 Sangkapura</title> 
        <description>
		  Sebagaimana ditetapkan di dalam keputusan Dirjen Dikdasmen Nomor 226/C/01992 bahwa tujuan pembinaan kesiswaan adalah meningkatkan peran serta dan inisiatif para siswa untuk menjaga dan membina sekolah sebagai wiyatamandala, menumbuhkan daya tangkal pada diri siswa terhadap pengaruh negatif. Untuk mewujudkan keberhasilan pembinaan kesiswaan telah ditetapkan empat jalur pembinaan kesiswaan yaitu; organisasi kesiswaan, latihan kepeminpinan, kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan wawasan wiyatamandala.

Untuk melaksanakan empat jalur pembinaan tersebut maka dirasa perlu mengadakan pelatihan kepemimpinan yang dikemas dengan kegiatan LDKS bagi pengurus OSIS periode 2008/2009. Setelah mengikuti kegiatan latihan kepemimpinan ini siswa diharapkan dapat meningkatkan dan memantapkan mutu kepemimpinan OSIS, meningkatkan kemampuan berorganisasi dan kesadaran politik sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab, meningkatkan dan mengembangkan serta memperluas wawasan dalam melaksanakan tugas-tugas kepemimpinan OSIS dan siswa dapat menyususn program kerja OSIS

Pelaksanaan kegiatan acara  ini secara keseluruhan dapat dikatakan lancar tanpa halangan atau rintangan apapun. Nama kegiatan ini adalah &quot;Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Pengurus OSIS Periode 2008/2009&quot;. Tempat pelaksanaan kegiatan di SMP Negeri 1 Sangkapura pada hari Sabtu - Ahad , tanggal 7 sampai dengan 8 Pebruari 2009  . Peserta LDKS adalah pengurus OSIS priode 2008/2009 serta perwakilan pengurus kelas, sehingga jumlah peserta yang akan mengikuti kegiatan LDKS   adalah 55 peserta, pengurus OSIS SMP N 1 Sangkapura . 

Pemateri atau penanggung jawab  kegiatan sebagian dari Guru Luar SMPN 1 Sangkapura juga kalangan guru berasal dari dan pengasuh ekstra di lingkungan SMP Negeri 1 Sangkapura.Yaitu :
Bpk. Tabrani, S.Pd, MM , Bpk. Zulfa Usman, S.Pd, MM , Ust. Sulaiman, Drs. Umaidi, War'en, Elly Rizal, S.Pd, Rahmad Safari, S.Pd, Imam Adi Albanna, S.Pd,  Yuni Megawati, S.Pdi, H. Moh. Safari, S.Pd, MM, Drs. Moh, Sofyan, Ust. Qusairi, Moh. Salis,S.Pd
Materi kegiatan LDKS ini meliputi;Dasar-dasar kepemimpinan; Kewiraan; Ke-OSIS-an; Prilaku berorganisas; Penyusunan program kerja OSIS; Out Bond; Bina Kepribadian; Dinamika Kelompok; Kultum dan Shalat Jamaah; Hidup disiplin; Permainan; Pengambilan Keputusan; Kesekretariatan.
		</description> 
        <pubDate>Sat, 07 Feb 2009 00:00:00 -0800</pubDate>
        <guid>http://www.smpnegeri1sangkapura.sch.id/?/=berita.aspx&amp;id=18.html</guid> 
     </item>    
 
     <item> 
        <title> Memberdayakan Lagu untuk Pembelajaran Sastra</title> 
        <description>
		  Pembelajaran sastra di sekolah sering dianaktirikan. Guru sering melewati atau tidak mengajarkan sastra. Pembelajaran sastra dianggap tidak penting, menghabiskan waktu, dan tidak dapat mendongkrak nilai ujian nasional. Sebab, soal-soal yang terkait dengan materi sastra sangat sedikit, bahkan tidak ada.

Salah satu sebab diabaikannya pembelajaran sastra di sekolah adalah langkanya media yang bisa dipakai untuk melaksanakan proses pembelajaran sastra. Sebagai contoh, ketika guru mengajarkan materi menanggapi pembacaan cerpen, puisi, atau drama, guru memerlukan media berupa rekaman atau contoh/model pembacaan cerpen, puisi, atau drama. Bila media itu tidak ada, pembelajaran menanggapi materi cerpen, puisi, atau drama tidak akan dapat dilaksanakan. Berarti, proses belajar-mengajar sastra tidak dapat dilaksanakan.

Kelangkaan media juga mengakibatkan pembelajaran sastra hanya difokuskan pada kegiatan yang bersifat hafalan. Bukan kegiatan apresiatif, yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan wawasan kehidupan dan wahana berpikir kritis dan kreatif.

Sebagai contoh, ketika guru akan membelajarkan menanggapi pementasan drama dengan argumen yang logis, guru antara lain memerlukan media berupa rekaman pementasan drama. Dari rekaman itu, siswa mengamati, menganalisis, melakukan apresiasi, dan akhirnya memberikan komentar tentang kelebihan dan kekurangan drama tersebut dari berbagai aspek.

Jika media berupa rekaman pementasan drama tidak ada, mustahil pembelajaran sastra ini dapat dilaksanakan dengan baik. Rekaman pementasan drama memiliki beberapa keunggulan. Yakni, menghemat waktu, otentik, dan lebih menarik perhatian siswa.

Dalam pembelajaran sastra, media memegang peran sangat penting. Tanpa media, pembelajaran tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Karena itu, perlu dikembangkan secara serius media untuk pembelajaran sastra di sekolah.

Media dalam pembelajaran sastra harus memenuhi kriteria beriku: (1) dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan apresiasif dan wahana berpikir kritis dan kreatif; (2) menarik bagi siswa; (3) mudah disiapkan dan digunakan dalam pembelajaran. Salah satu media yang sesuai dengan kriteria tersebut adalah lagu.

Lagu dapat dipakai untuk menanamkan beragam konsep tentang puisi, unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik puisi, dan dapat digunakan untuk memicu kegiatan menulis puisi, cerpen/novel, bahkan drama. Kelebihan media ini adalah menarik (hampir semua siswa suka lagu), mudah didapat, murah, mudah disiapkan dan digunakan, memberikan beragam pengalaman konkret secara langsung. (soe) [Jawa Post Kamis, 05 Februari 2009 ]		</description> 
        <pubDate>Wed, 04 Feb 2009 00:00:00 -0800</pubDate>
        <guid>http://www.smpnegeri1sangkapura.sch.id/?/=berita.aspx&amp;id=15.html</guid> 
     </item>    
 
     <item> 
        <title> Mengenal Lebih Dekat Pulau Sendiri</title> 
        <description>
		  Pulau Bawean (Cak Mat) - Nama Bawean atau Boyan sudah lama dikenal diseluruh dunia, terutama karena kegemaran penduduknya  merantau kesegala penjuru dunia misalnya Malaysia, Singapura, Vietnam, Australia, dan Amerika Serikat. Bahkan beberapa peneliti dunia tertarik untuk mengadakan riset di Bawean, Apakah kita sebagai penghuninya mengenal akan lingkungan sekitarnya. Berikut kami mencoba untuk mendiskrepsikan keadan pulau Bawean secara singkat.

Bawean adalah pulau kecil yang terdapat ditengah - tengah laut Jawa, secara astronomis pulau ini terdapat pada 5043'LS - 5052' LS dan 112034'BT - 112 044'BT, kira-kira 82 mil sebelah utara Gresik Jawa Timur. Pulau Bawean adalah massa daratan yang kompak, dan bulat, seperti uang logam. Secara Administratif Pulau Bawean termasuk wilayah Kabupaten Gresik Jawa Timur  memiliki 2 kecamatan yaitu kecamatan Sangkapura dengan 17 desa dan kecamatan Tambak dengan 13 desa.

Penelitian secara Geologis menunjukkan bahwa Pulau Bawean merupakan pulau yang paling muda diseluruh dangkalan Sunda , yang terdiri dari lapisan sedimen marine yang berusia tertier dan batuan alkalis alkaline, hal ini bisa dibuktikan dengan tersebarnya batuan kapur atau malihannya sebagai contoh dari dari sedimen marine diseluruh daratan pulau Bawean. Secara geologi bila disuatu tempat ditemukan batuan kapur ini bermakna tempat itu dulunya adalah dasar laut yang mengalami pengangkatan atau pengeringan lautan. Di Bawean mulai daerah dekat pesisir sampai daerah tengah misalnya Songai Terros Deje dijumpai banyak batuan yang mengandung endapan marine atau  rojhing. Pulau Bawean  ini tidak digolongkan kedalam tanah Dangkalan Sunda (Sunda Self) yang sudah stabil. Sehingga R.W. Van Bemmellen memasukkan kedalam proses-proses tertier dan pergolakan kulit bumi yang masih labil.

Secara Geologis pula menunjukkan bahwa pulau Bawean merupakan bekas gunung berapi dan gejala vulkanisme lainnya yang terdiri dari batuan alkali yang kurang  mengandung asam sikikon. Bahan vulkanis ini terutama terdiri dari batuan leusit dan nefelin. Di dalam pulau banyak dijumpai gunung atau bebukitan yang beraneka macam bentuknya sebagai akibat intrusi magma dalam bentuk lakolit.  Puncak Pulau Bawean  terdapat  pada ketinggian 656 meter dari permukaan air laut. Anda jangan khawatir walaupun dengan meningkatnya suhu di bumi menyebabkan semakin naiknya permukaan air laut akan menenggelamkan pulau Bawean. Walaupun permukaan air laut semakin tinggi akibat pemanasan suhu global, pulau kita juga semakin naik tiap tahunnnya beberapa milimeter  (luar biasa bukan?).

Dibagian tengah pulau Bawean terdapat danau Kastoba dengan luas 24 ha yang terbentuk dari bekas kawah gunung berapi  yang sudah mati dan mengalami penyumbatan diatermanya. Sebagai akibat dari kegiatan post vulkanis ( gunung berapi yang sudah tidah aktif) dibeberapa tempat ditemukan banyak  sumber air panas yang mengandung belerang dengan suhu kira-kira 40'C.

Pulau Bawean termasuk daerah yang memiliki iklim tropis musim dan juga marine. Musim penghujan jatuh pada bulan oktober hingga april sedang kemarau terjadi pada bulan april - Oktober. Suhu rata-rata sekitar 27'C, suhu maksimum sekitar 32'C dan suhu minimum 25'C. karena posisi wilayah yang dikelilingi laut,  angin laut berhembus kuat diatas pulau Bawean sehingga lebih lembab dan segar dibanding dengan pesisir pantai utara Jawa.

Luas Pulau Bawean 230,901 km2 atau dibulatkan menjadi 231 km2, pemukiman penduduk umumnya mendiami didataran tepi pantai, yang selanjutnya berkembang menjadi daerah yang  lebih padat penduduknya, yang lainnya mendiami diantara sela-sela perbukitan dengan pola pemukiman terpusat dan mengelompok mengikuti garis kontur kemiringan lereng.

Keadaan alam yang indah dan panorama alam yang masih asri merupakan potensi objek pariwisata alam yang menarik untuk dikelola menjadi pusat kunjungan wisatawan domistik maupun manca negara. Lokasi wisata alam itu misalnya air terjun Lacar, Air terjun Kuduk-kuduk, air terjun Talomun, Pasir Putih Sokaoneng , pantai Pulau Selayar, Pulau Nuku, Pulau Cina, Danau Kastoba dan masih banyak lainnya.

Penduduk Bawean tumbuh dan berkembang dipengaruhi oleh faktor pertumbuhan alami (kelahiran - kematian) juga dipengaruhi oleh faktor migrasi, sehingga dari waktu-kewaktu pertumbuhannnya sulit diproyeksikan menggunakan rumus-rumus demografi, sebab pengaruh  migrasi sirkuler (pola merantau) berperan dominan. Pertumbuhan penduduknya  kadang bernilai positif (bertambah) tapi juga bernilai negatif (berkurang). Seperti contoh tahun 1812 penduduk Bawean  berjumlah 14.319 jiwa, tahun 1900 berjumlah 42.286 jiwa, tahun 1964 berjumlah 59.525 jiwa, tahun 1981 berjumlah 65.924 jiwa tahun 1991 berjumlah 61.788 jiwa.  Dan saat ini diperkirakan kembali menjadi 65.000 jiwa.

Dari segi etnografi penduduk Bawean yang dikenal dengan sebutan orang Boyan termasuk suku bangsa tersendiri yang terpisah dengan suku bangsa yang lain di Nusantara. Di Indonesia menurut  Van Vollenhoven terbagi menjadi 19 lingkaran hukum adat. Orang Boyan (orang Bawean) termasuk lingkaran ukum adat Jawa (tengah - Timur), dan dari lingkaran hukum adat itu dibagi lagi menjadi beberapa suku bangsa. Selanjutnya J. Esser yang diperhalus oleh Koentjaraningrat memasukkan Bawean sebagai suku bangsa tersendiri, lengkap dengan segala Cultural universalnya beserta kekhusususan etosnya yang dibentuk oleh akomodasi, akulturasi bahkan assimilasi budaya-budaya di Nusantara ini.  Dalam kehidupan sehari-hari Orang Bawean tidak mau disebut orang Jawa atau Orang Madura.

Sesuai dengan sebutannya &quot; PULAU PUTERI&quot;  kita mudah menebak bahwa lebih banyak putrimya dibanding dengan penduduk laki-laki.  sex ratio penduduk Bawean adalah 86 % artinya terdapat 86 laki-laki dalam setiap 100 perempuan , sex ratio ini tergolong rendah dibandingkan Gresik 97 % dan Jawa Timur 99%. Ini semua akibat dari pola merantau masyarakat Bawean yang oleh Muhtar Naim (mantan rektor Universitas Hasanuddin Ujung Pandang ) dianggap sebagai suku bangsa yang paling gemar merantau diseluruh dunia. Sekian (bersambung dilain edisi). * smpn 1 sangkapura *		</description> 
        <pubDate>Wed, 04 Feb 2009 00:00:00 -0800</pubDate>
        <guid>http://www.smpnegeri1sangkapura.sch.id/?/=berita.aspx&amp;id=14.html</guid> 
     </item>    
 
     <item> 
        <title> pemilus SMP ditunda</title> 
        <description>
		     SMP - Tidak lengkap rasanya jika disebuah sekolah tidak terdapat sebuah organisasi intra sekolah yang menaungi dan mengadakan kegiatan-kegiatan seperti persahabatan antar sekolah, pentas seni sekolah bahkan masa orientasi siswa (MOS) juga nenjadi beban dan tanggung jawab organisasi ini.

Di sangkapura, SMP Negeri 1 Sangkapura sangatlah terpandangan dan terkesan maju dalam menyelenggarakan pendidikan sehingga menjadi SMP favorit di Pulau Bawean. Kurang lengkap rasanya jika sekolah sebesar SMP Negeri 1 Sangkapura tidak mempunyai dan menjalankan sebuah organisasi yang biasa kita kenal dengan OSIS.

Kursi nomor satu di OSIS -lah yang sedang di perebutkan di SMP Negeri 1 Sangkapura, sehingga seluruh warga SMP Negeri 1 Sangkapura punya gawe yang besar dalam minggu-minggu setelah ujian akhir semester.
&quot;Memang pemilihan ketua OSIS yang awalnya direncanakan sebelum UAS terpaksa di undur&quot; tandas Bapak Adi Al Banna, S.Pd selaku pengawas pemilihan umum sekolah.
Beliau juga menambahkan, penundaan ini dilakukan atas pertimbangan yang matang, memang penundaan ini sangat tidak diduga dan dilakukan secara mendadak oleh pihak sekolah. Salah satu penyebabnya adalah UAS. Rencana awal tanggal 26 Desember 2008 akan diadakan pemilihan orang nomer satu di OSIS SMP Negeri 1 Sangkapura, namun UAS yang akan dilaksanakan pada tanggal 5-13 Januari 2009 dirasa terlalu dekat.

&quot;Bayangkan saja jum'at (26 desember 2008 -red) pemilihan umum sekolah kemudian seminggu kemudian kita menghadapi UAS, kan bisa mengganggu konsentrasi dan belajar siswa&quot; tambah Bapak Adi kepada Radar EsEmPe.

Dengan pertimbangan prestasi dan konsentrasi belajar siswa sehingga pemilihan ketua OSIS SMP negeri 1 Sangkapura yang rencana awal tanggal 26 Desember 2008 terpaksa di undur pada tanggal 17 atau 18 Januari 2009 setelah seluruh siswa menghadapi UAS. Dan mudah-mudahan dapat terlaksana dengan aman dan demokratis, sehingga OSIS di SMP Negeri 1 Sangkapara tetap eksis dan tak pernah mati.(gfr)		</description> 
        <pubDate>Tue, 06 Jan 2009 00:00:00 -0800</pubDate>
        <guid>http://www.smpnegeri1sangkapura.sch.id/?/=berita.aspx&amp;id=13.html</guid> 
     </item>    
 
     <item> 
        <title> Mengorbankan Anak Sekolah</title> 
        <description>
		    Media Indonesia - Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta tetap saja kerdil dan tidak berdaya mengatasi kemacetan lalu lintas yang semakin parah dari tahun ke tahun. Kekuasaan besar yang diberikan kepada gubernur seakan tumpul menghadapi kemacetan di jalan raya.

Ketidakberdayaan menghadapi kemacetan terlihat jelas dari kebijakan-kebijakan yang tidak cerdas, bahkan lucu. Kebijakan three in one yang masih diberlakukan saat ini, sebagai misal, memang menimbulkan kelancaran di jalur Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin, tetapi lucunya memacetkan jalan-jalan di sekitarnya.

Three in one mempertegas wawasan sempit Pemerintah DKI. Seakan-akan Jakarta adalah kawasan Sudirman dan Thamrin saja. Kebijakan itu pun menimbulkan penipuan yang kasatmata karena seseorang yang melintasi jalan itu pada jam three in one hanya perlu membawa dua joki untuk menipu polisi bahwa dia telah berpenumpang tiga orang.

Yang lebih lucu lagi adalah konsep busway. Untuk memperlancar lalu lintas, pemda melawan teori dengan mempersempit jalan yang sudah ada. Kemudian di jalan-jalan yang sudah dilalui busway, bus reguler tetap saja beroperasi.

Pemecahan terpadu untuk mengatasi kemacetan cuma ramai dalam wacana, cerdas dalam seminar. Dalam praktik loyo. Kereta bawah tanah dan monorel tidak pernah bisa dibangun sampai saat ini. Padahal negara lain telah selesai dengan pilihan tersebut.

Dan, sekarang Pemprov DKI melahirkan lagi kebijakan yang gampangan. Yaitu memajukan jam sekolah menjadi pukul 06.30 WIB. Seakan-akan kemacetan di Jakarta diakibatkan jam sekolah yang berbarengan dengan jam kantor.

Kebijakan itu sama dengan menggaruk di kaki untuk gatal yang terjadi di kepala. Kemacetan di Jakarta sesungguhnya disebabkan tidak seimbangnya jumlah ruas jalan dengan pertambahan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. Bukan karena jam sekolah.

Memajukan jam sekolah berarti merampas kebutuhan yang paling hakiki dari anak-anak sekolah, yaitu keceriaan dan kesegaran. Untuk murid yang tinggal di luar kota mereka harus sudah berangkat pukul 04.00 agar tidak terlambat masuk sekolah pada pukul 06.30. Kalau mereka harus berangkat pukul 04.00, pukul berapa mereka bangun?

Kemacetan lalu lintas di Jakarta sebagian besar disebabkan infrastruktur jalan raya yang sangat tidak memadai. Selain itu, penegakan hukum dan disiplin berlalu lintas menyumbang porsi besar bagi kesemrawutan.

Pembangunan ruas jalan baru dikalahkan kekurangan biaya yang terus-menerus menjadi alasan. Padahal kebocoran anggaran baik karena korupsi maupun disalokasi terus terjadi.

Pemerintah juga tidak sungguh-sungguh membangun watak bangsa yang taat aturan dan disiplin di jalan raya. Siapa atau lembaga manakah di negeri ini yang bertanggung jawab terhadap lahirnya kultur disiplin dan taat hukum? Pemerintah, baik pusat maupun provinsi dan kabupaten, lalai dalam soal ini. Memajukan jam sekolah yang akan dilaksanakan Pemprov DKI Jakarta mempertegas watak kebijakan kerdil yang selalu diambil dalam mengatasi kemacetan lalu lintas yang kian parah dari waktu ke waktu.

Pemprov DKI yang tidak becus mengatasi akar kemacetan, anak sekolah yang dikorbankan. Ini sama dengan gatal di kepala, kaki yang digaruk.

sumber: Media Indonesia		</description> 
        <pubDate>Sun, 04 Jan 2009 00:00:00 -0800</pubDate>
        <guid>http://www.smpnegeri1sangkapura.sch.id/?/=berita.aspx&amp;id=12.html</guid> 
     </item>    
 
     <item> 
        <title> 80 Persen Otak Anak Berkembang di Usia Emas</title> 
        <description>
		   Sekitar 80 persen otak anak berkembang pada periode yang disebut dengan &quot;golden age&quot;, atau masa-masa keemasan, usia 0 hingga lima tahun. Pada masa-masa tersebut, peran orangtua sangat dibutuhkan dalam mengawasi tumbuh dan berkembangnya otak anak.

Menurut Psikolog Anak, Desni Yuniarni, masa &quot;golden age&quot; otak anak berkembang sangat cepat sehingga informasi apapun akan diserap, tanpa melihat baik atau buruk.

&quot;Tugas orangtua yang mengarahkan anaknya lebih baik, dengan rasa cinta dan kasih sayang,&quot; ujarnya.

Selain berperan sebagai pengawas tumbuh dan berkembangnya anak-anak mereka, orangtua bertugas menambah pengetahuan, terutama seputar pertumbuhan anak. Namun, orangtua tidak bisa memaksakan pertumbuhan anak sesuai kemauannya, seperti menyuruh belajar di luar kemampuan anak dengan maksud agar anak mereka kelak menjadi pintar.

&quot;Yang penting kita sebagai orangtua harus menunjukkan sikap dan perilaku yang baik karena anak suka meniru orang-orang terdekatnya,&quot; kata Desni.

Ia menambahkan, orangtua harus mengawasi anak mereka ketika menonton acara televisi. Karena saat ini banyak sekali program televisi yang tidak cocok bahkan tidak layak ditonton bagi anak-anak karena dikhawatirkan akan ditiru, seperti acara gosip yang menonjolkan isu-isu perceraian selebritis.

&quot;Lebih baik televisi dimatikan saja agar anak tidak terkontaminasi dengan program-program televisi tersebut. Kalaupun harus menonton, usahakan kita juga ikut menonton sehingga bisa menjadi sensor acara televisi yang sedang ditonton anak kita,&quot; ujarnya.

Ia juga berpesan, bagi orangtua yang mempunyai waktu singkat untuk berkumpul dengan anak-anaknya, usahakan anak diasuh oleh orang yang tepat dan harus tetap meluangkan waktu untuk sang buah hati.

&quot;Jika tidak memanfaatkan waktu senggang, maka anak tidak akan berkembang dengan optimal,&quot; katanya.
Sumber : Kompas		</description> 
        <pubDate>Thu, 25 Dec 2008 00:00:00 -0800</pubDate>
        <guid>http://www.smpnegeri1sangkapura.sch.id/?/=berita.aspx&amp;id=11.html</guid> 
     </item>    
 
     <item> 
        <title> Indonesia Raih Empat Emas di Olimpiade Sains</title> 
        <description>
		  JAKARTA - Tim Indonesia berhasil merebut empat emas, empat perak dan satu perunggu dalam kegiatan 'International Junior Science Olympiad' (Olimpiade Sains Yunior Internasional, IJSO) ke-5 yang digelar di Gyeongnam, Korea Selatan sejak 7 hingga 16 Desember lalu.

&quot;Tahun lalu kita hanya mampu membawa 1 emas, namun kini kita mampu membawa 4 emas,&quot; kata Direktur Pembinaan SMP Depdiknas Didik Suhardi di Jakarta, Kamis.

Oleh sebab itu Didik Suhardi menilai, prestasi tersebut merupakan lompatan besar putra putri Indonesia.

Sementara itu menurut Didik, juara yang memperoleh medali dalam kegiatan ini akan mendapatkan beasiswa. &quot;Ini sesuai dengan Permendiknas nomor 34 tentang Pembinaan Prestasi Peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan atau bakat istimewa pasal 16 ayat 1,2 dan 3,&quot; ungkapnya.

Pasal yang dimaksud menyebutkan bahwa para juara yang memperoleh medali kegiatan internasional dengan kriteria yang akan ditentukan oleh pemerintah akan mendapat beasiswa yaitu untuk medali emas sampai S3, medali perak sampai S2 dan medali perunggu S1.

Selain itu menurut Didik, para juara akan memperoleh hadiah uang. Peraih emas mendapatkan uang sebesar Rp40 juta, peraih perak sebesar Rp30 juta dan peraih perunggu Rp20 juta.

Dalam ajang IJSO ke-5 ini, Indonesia mengirimkan enam orang siswa yang terdiri dari Andhika Tangguh Pradana, Fuad Ikhwanda, Jessica Handojo, Florensia Irena, Erwin Wibowo, dan Abidah Rahmah.

Semua siswa yang dikirimkan Indonesia ke ajang ini membawa medali dari theoritical competition (individu) yaitu 1 medali emas atas nama Andhika Tangguh Pradana, 4 medali perak atas nama Fuad Ikhwanda, Jessica Handojo, Florensia Irena dan Erwin Wibowo, serta 1 medali perunggu atas nama Abidah Rahmah.

Selain dari 'Theoritical Competition', Andhika Tangguh Pradana, Jessica Handojo dan Florensia Irena juga berhasil menjadikan tim Indonesia sebagai yang terbaik untuk team competition yang masing-masing berhak membawa pulang medali emas.

IJSO ke-5 ini dilaksanakan di Gyeongnam, Korea Selatan dari tanggal 7-16 Desember 2008. Adapun jumlah negara yang mengikuti adalah 51 negara dengan jumlah siswa 259 orang.

IJSO ini adalah ajang kompetisi individu dan tim yang diselenggarakan tiap tahun untuk siswa SMP yang berumur 15 tahun ke bawah. Sesuai namanya, materi kompetisi adalah sains yang mencangkup biologi, fisika dan kimia. (Ant/OL-06)
Sumber: Media Indonesia		</description> 
        <pubDate>Fri, 19 Dec 2008 00:00:00 -0800</pubDate>
        <guid>http://www.smpnegeri1sangkapura.sch.id/?/=berita.aspx&amp;id=10.html</guid> 
     </item>    
 
     <item> 
        <title> Presiden Resmikan Taman Pintar Yogyakarta</title> 
        <description>
		 Yogyakarta (Media Indonesia) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Taman Pintar Yogyakarta, Selasa (16/12). Ia berharap daerah lain juga mengembangkan Taman Pintar yang menyediakan sarana belajar berbasis sains.

Kedatangan Presiden RI didampingi Ibu Ani Bambang Yudhoyono. Ikut dalam rombongan presiden di antaranya Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, Juru Bicara Kepresidenan Andi Malarangeng, Menteri Sekretaris Negara Hata Radjasa, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.

Kedatangan presiden disambut Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto.

Dalam sambutannya, Presiden memberi ucapan selamat dan penghargaan tinggi kepada Wali Kota Yogyakarta yang dengan restu Gubernur DIY bisa menyelesaikan pembangunan Taman Pintar.

Menurut presiden, pendirian taman pintar adalah prakarsa dan pemikiran yang cerdas untuk memajukan pendidikan, tidak hanya di Yogyakarta tetapi juga untuk Indonesia.

&quot;Dunia ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang dari masa ke masa. Kalau kita tidak pandai dan tidak mampu mengikuti, bisa jadi bangsa kita ini mengalami gagap teknologi. Keberadaan taman pintar ini salah satu upaya untuk mencegah generasi yang gagap teknologi,&quot; katanya.

Untuk membangun daya saing dan keunggulan bangsa, kata Presiden, ditentukan oleh pendidikan. Dengan pendidikan, sumber daya manusia (SDM) akan unggul dan handal untuk menjadi motor penggerak pembangunan menuju masa depan bangsa yang lebih baik.

Anak usia dini atau yang sedang menempuh pendidikan pertama, ujar Kepala Negara, adalah tahun yang baik untuk membentuk nilai watak dan perilaku. Pada masa itu anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Persoalannya adalah bagaimana cara untuk mewujudkan satu wahana, metodologi pendidikan, mencapai sasaran-sasaran tersebut.

Taman Pintar Yogyakarta, ujar Presiden, menunjukkan bahwa penggagasnya telah menemukan satu metodologi pendidikan dengan berbagai kreasi tentang bagaimana mewujudkan dan menampilkan sains dalam sebuah taman yang menjadi sarana efektif untuk mencapai tujuan pembangunan sumber daya manusia.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto mengatakan Taman Pintar Yogyakarta adalah sebuah taman tempat wisata sekaligus pengetahuan dengan berbagai permainan kreaktifitas, teknologi dan penerapannya.

Pendirian taman pintar tersebut juga merupakan upaya untuk mempertegas pendidikan berkualitas. Sebab, katanya, keberadaan pendidikan juga merupakan salah satu upaya melestarikan konsep pendidikan yang dikembangkan Ki Hadjar Dewantoro, yaitu niteni, niroake, nambahi(memahami, menirukan dan mengembangkan).

Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam kesempatan itu mengatakan, keberadaan taman pintar adalah sebagai wahana kreatif untuk merangsang pengetahuan yang inspiratif, inovatif, aspiratif di bidang sains.

Dalam presmian Taman Pintar Yogyakarta Presiden juga meresmikan Prasasti Tapak Tangan dan Kaki Presiden Republik Indonesia, mulai dari Presiden Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurahman Wahid, Megawati Soekartoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono. (SO/OL-01)
sumber: Media Indonesia		</description> 
        <pubDate>Tue, 16 Dec 2008 00:00:00 -0800</pubDate>
        <guid>http://www.smpnegeri1sangkapura.sch.id/?/=berita.aspx&amp;id=9.html</guid> 
     </item>    
  

</channel>
</rss>















